Oleh: kaveleri | 11 Maret 2011

Godaan Dunia: Harta

Begitu mengetahui harga bajaj pulsar 220 dts-i hanya 18,6 juta, aku tergoda untuk memilikinya. Dengan kualitas yang tidak kalah daripada motor jepang -bahkan dengan fitur yang lebih keren- harganya jauh di bawah honda tiger dan yamaha scorpio. Bahkan ia lebih murah dari kelas 150 cc seperti new megapro, byson, dan vixion.
—————

Salah satu godaan di dunia adalah godaan harta. Dalam KBBI, godaan adalah sesuatu yang dapat mengajak (menarik-narik hati) supaya berbuat dosa atau berbuat jahat. Ia juga berarti mengganggu atau mengusik.

Harta dalam Al Qur’an termasuk dalam bagian dunia yang kita tidak boleh melupakannya, tentunya setelah kita mengejar bagian akhirat. Prioritas pertama dan utama adalah akhirat, baru setelah itu dunia. Dua kesalahan yang bisa terjadi dalam penentuan prioritas ini adalah: mengejar akhirat-melupakan dunia dan mengejar dunia-melupakan akhirat.

Godaan harta memang menggiurkan, karena memang begitulah sifat godaan. Tidak ada godaan yang tidak menggiurkan. Mungkin anda berkata bahwa anda tidak tergoda dengan harta. Itu berarti harta bukan merupakan godaan bagi anda. Jadi godaan bersifat personal walaupun secara umum manusia tergoda dengan harta.

Manusia akan lebih mudah untuk meraih sesuatu yang lebih dekat terlebih dahulu. Begitu pula dengan harta. Manusia akan lebih mudah meraih harta yang mudah dijangkaunya dalam arti masuk dalam kalkulasi anggarannya. Godaam hadir lebih kuat pada lingkup mudah dijangkau ini.

Bagi orang yang berpenghasilan dua juta rupiah, mobil mewah mungkin tidak merupakan godaan. Dia lebih tergoda oleh motor karena lebih mudah untuk dijangkaunya.

Kebanyakan manusia suka harta. Sebagian dilebihkan dari yang lain dalam perolehan harta ini agar bisa memberi manfaat bagi yang berkekurangan. Sudah ketentuan Allah ada yang kaya dan ada yang miskin. Kita tidak bisa menyamaratakan seperti paham sosialis dulu, sama rata sama rasa.

Allah swt menyediakan dan  menundukkan bumi buat manusia untuk dimakmurkan. Saya mempercayai kata guru saya dulu bahwa kekayaan bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia. Akan tetapi ia tidak cukup untuk memenuhi seluruh keinginan manusia. Jadi kekayaan bumi ini berada di antara kebutuhan dan keinginan manusia.

Ketika banyak manusia tergoda dan dengan serakah mencari kekayaan di dunia untuk memenuhi keinginannya, dunia tidak sanggup memenuhi kebutuhan manusia yang lain yang terbatas kemampuan mengumpulkan harta. Sehingga banyak kemiskinan yang terjadi di satu sisi dan kekayaan di sisi lain. Pemberian manfaat atau distribusi kekayaan dari si kaya ke si miskin tidak sepadan karena si kaya ingin memenuhi keinginannya yang lebih banyak daripada kebutuhannya. Distribusi kekayaan ini bisa berupa pemberian, zakat, infaq, sedekah, atau berupa lapangan kerja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: