Oleh: kaveleri | 30 November 2009

Jatuh dari Motor

Hari ini aku jatuh dari motor. Semoga kejadian ini membuatku mawas diri.

Pagi yang cerah di hari Senin ini aku berangkat jam setengah tujuh. Alhamdulillah jalan raya relatif lancar. Aku mampir ke SPBU karena indikator bensin motorku sudah berkedip-kedip.

Tumben nggak ngantri. Biasanya kalau pagi di SPBU ini antrian motor mengular, membuatku malas mampir.

Setelah mengisi pertamax 15 ribu, aku melanjutkan perjalanan. Di depan RS Haji ada mobil avanza silver melaju dengan cukup agresif. Aku dan beberapa motor susah untuk mendahuluinya. Sedikit bisikan hati untuk menjauhi mobil itu tidak terlalu terdengar, bahkan suaranya tenggelam oleh pikiran yang senang karena karena jalanan kosong. Padahal nanti bisikan ini terbukti kebenarannya. Hanya karena kurang pandai mengasah intuisi alias firasat maka bisikan kata hati menjadi tidak terdengar.

Menyalahi kebiasaan di jalur antara Asrama Haji dan Tamini Square yang membuat stress pengendara mobil karena parahnya macet, pagi ini aku seakan mau teriak ke pak Polisi pengatur lalu lintas di sebelah kananku untuk berterima kasih karena jalanan yang lancar ini. Avanza silver tadi masih di depanku. Posisiku di belakang sebelah kanannya, siap-siap melakukan take over.

Tiba-tiba terdengar ledakan ban dan avanza itu terbanting ke kanan menabrak separator jalan extra joss di tengah jalan. Ban depan sebelah kanan mobil itu kempes. Aku tidak bisa mengantisipasi sama sekali dan menabrak bagian depan kanan mobil itu. Aku bersama motorku jatuh.

Kejadian itu kira-kira 50 meter dari Terminal Bus Pinang Ranti pada pukul 06.40. Aku menepi ke sebelah kanan jalan, menyelonjorkan kaki, bernafas, dan mencoba berfikir apa yang sedang terjadi. Celanaku berkerut dan mengkilap seperti kepanasan terkena setrika. Ada bolong walaupun kecil. Aku gulung ke atas ternyata lutut kiriku lecet-lecet. Sandal yang masih di tengah jalan aku pakai kembali. Pak Polisi menuntun motorku ke tepi.

Aku bingung, mengeluarkan hape ingin menelepon. Siapa yang bisa mengantarkanku ke kantor ya? Adikku sudah berangkat duluan. Aku mau menelepon istri sepertinya percuma karena dia juga masih di jalan menuju sekolah yang berlawanan arah. Akhirnya aku masukkan kembali hape ke kantong celana. Di samping motorku ada sempalan bemper avanza naas tadi.

Setelah memastikan kondisiku baik-baik saja, aku mengecek kondisi motorku. Kuperhatikan bagian depan motorku tidak kenapa-kenapa. Kaca spion sebelah kanan yang kelihatan berubah kedudukannya karena terbentur entah mobil, aspal, atau separator yang cukup tinggi itu. Aku coba beberapa kali membetulkan letak spionku sampai berhasil. Aku pencet electric starter motor tidak mau hidup. Aku selah kick starter beberapa kali tetap tidak mau hidup itu mesin nf125. Aku harus tenang. Aku coba electric starter lagi, alhamdulillah bisa.

Aku melanjutkan kembali perjalananku ke kantor. Baru terasa ban depan seperti bergoyang-goyang. Mungkin peleknya penyok, pikirku. Aku tidak ambil pusing. Nanti saja ke bengkel. Selain gejala penyok di pelek, foot step kiri bengkok ke belakang. Aku tetap memacu motorku sambil merasakan apa ada kelainan dengannya.
Lutut kiriku terasa nyeri, terlebih ketika bergesekan dengan celana panjangku yang sedikit robek.

Alhamdulillah aku sampai di kantor dengan selamat pada pukul tujuh pagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: