Oleh: kaveleri | 27 Oktober 2008

Sama-Sama Bingung

Saya tahu, Anda bingung mau makan dimana? Di restoran Jepang sudah bosan, Korea pun sudah keseringan. Lebih-lebih di restoran cepat saji, melihat merk-nya saja sudah mual saking terlalu sering menjadi pilihan saat pembantu di rumah tak sempat masak. Mudah, tinggal telepon nomor yang sudah sangat dihapal, setengah jam makanan pun tiba.

Tetapi saya juga tahu, di luar sana ada juga yang sama bingungnya dengan Anda. Hanya saja jika Anda bingung makan dimana, mereka justu bingung lantaran tidak ada yang bisa dimakan. Makan kemarin saja mereka dapatkan setelah berdiri berjam-jam dalam antrian pembagian sembako gratis dari seorang dermawan. Untuk makan hari ini, si kepala keluarga masih menggantang matahari, menelusuri jalan panjang mencari sesuap nasi.

Anda kesal karena anak-anak Anda tak mau makan? Dikasih makanan ini tidak mau, makanan itu tidak doyan. Sampai-sampai Anda kebingungan makanan jenis apa lagi yang harus ditawarkan, semua bentuk dan rasa makanan sudah pernah dicicipi, tapi kali ini semuanya ditolak. Anda khawatir anak kesayangan sakit karena sejak pagi tak sesuap makanan pun masuk ke tubuhnya.

Jangan terlalu bingung, tak jauh dari tempat tinggal Anda ada juga yang tengah kebingungan. Sang ibu bukan bingung memilih makanan untuk anaknya, melainkan bingung karena tak ada makanan untuk menyumpal mulut kecil yang sejak pagi menangis kelaparan itu. Bukan hanya pagi tadi ia dan anaknya belum makan, pagi kemarin pun terlewati begitu saja tanpa makanan. Anak-anak di rumah lainnya bahkan sudah menderita gizi buruk.

Masih sering dibuat bingung dengan pilihan berlibur kemana akhir pekan ini? Ke Bali anak-anak sudah bosan, ke Jogjakarta terlalu dekat, ke Paris baru tahun lalu, apalagi ke Singapura, baru saja pulang minggu lalu dengan seabreg belanjaan. Diajak berenang, sudah ada kolam renang di rumah, mau jalan-jalan ke Mall saja dianggap terlalu sebentar.

Tenang, Anda tidak bingung sendirian. Setidaknya, ada juga yang bingung walaupun berbeda. Orang tua lain bingung memikirkan kapan anaknya bisa sekolah, sedih karena anak-anaknya terpaksa ikut bekerja bersamanya. Satpam Mall biasanya menolak kehadiran anak-anak kumal yang tidak punya uang walau untuk membeli sebutir permen pun. Jogjakarta, Bali, Singapura, Paris itu ada dalam mimpinya pun tidak. Pernah loh, ada anak di sekitar Jakarta yang bilang ke saya ingin lihat Monas…

Percaya atau tidak, ada orang-orang di sekitar kita yang kebingungan bagaimana menghabiskan uangnya. Setiap hari uangnya terus bertambah tanpa tahu untuk apa sebaiknya digunakan. Untuk usaha, sudah punya, beli mobil, masih baru dan banyak pula, nikah lagi? Tidak dapat izin dari isteri. Bingung kan?

Tapi percaya deh, tak sedikit pula orang-orang yang bingung mendapatkan uang dari mana meski sekadar untuk makan hari ini. Mereka sering bertanya, kenapa rezeki seolah tak henti berlari menghindarinya? Padahal tubuhnya sudah banjir keringat, tenaganya pun sudah terkuras habis.

Masih bingung juga? Sama, saya juga bingung. (gaw)
Sumber: http://warnaislam.com/rubrik/monolog/2008/10/27/26880/Sama-Sama_Bingung.htm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: