Oleh: kaveleri | 17 Oktober 2008

Lapar Membuat Konsentrasi Menurun

Kemarin sekitar jam dua siang aku melakukan tugas negara ke daeah Cilandak. Rencananya sekalian makan siang di luar. Aku sudah menahan lapar sejak jam istirahat siang, malas keluar kantor untuk sekedar makan siang.

Dengan mengendarai NF 125 SD yang selalu setia menemaniku, aku menyusuri Jalan TMP Kalibata ke Jalan Raya Pasar  Minggu. Entah kenapa, aku seperti linglung dan agak melamun sepanjang jalan. Untung saja tidak sampai menabrak atau tertabrak kendaraan lain. Alhamdulillah.

Belok ke arah Pomad menyusuri jalan kampung kendaraan agak sepi. Aku mulai berpikir, ada apa dengan pikiranku di atas kuda besi ini. Aku membandingkan dengan keadaanku waktu berangkat ngantor pagi hari. Walaupun jalanan macet-cet, aku enjoy aja.

Sepertinya konsentrasiku di jalan menurun karena aku belum makan siang. Walaupun sudah aku rencanakan untuk makan siang sekaligus ke Cilandak, aku baru menyadari pentingnya makan siang ini. Daripada terjadi kecelakaan mendingan mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah untuk mengganjal perut. Konsentrasi kembali dan perut kenyang.

Ternyata hipotesisku benar. Setelah dari Cilanadak aku mampir ke warung padang. Alhamdulillah, konsentrasiku pulih kembali. Tak lupa aku mentraktir NF 125 SD-ku yang indikasi bensinnya sudah mulai menipis di pom bensin langganan. Melenggang kembali ke kantor aku dan tungganganku dalam keadaan kenyang. Alhamdulillah.


Responses

  1. 🙂

    emng bgt..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: