Oleh: kaveleri | 29 Januari 2008

Di Sekolah

Sabtu, 27 Mei 1995
Kemarin aku merasa badanku agak panas. Pagi ini tidak ada SKJ. Pada jam Biologi Bu Susi memberi lembar kegiatan SDAH dan Peranannya Serta Nilai SDA. Nilai Kimiaku pada hari itu adalah 7,1 dan 8,0. Cukup jelek. Jam terakhir yaitu Sejarah, kami tidak diajar dengan penuh. Ini salah satu fenomena menurunnya kualitas SDM.

Kemari kami disibukkan oleh pekerjaan Ekonomi dari Bu Prapti. Pekerjaanku pagi-pagi sudah disalin Larto. Lalu Astri gantian meminjamnya. Sebenarnya aku malu karena catatanku awut-awutan dan pekerjaanku belum 100% selesai. Sampai hampir sore pekerjaanku belum dikembalikan.Teman-temanku yang ingin meminjam pekerjaanku terpaksa tidak bisa kuturuti. Mereka pun sungkan untuk mengambil mine dari tangan Astri.

Pukul 13.00 – 13.40 aku mengalami stress dengan akibat yaitu satu lembar kertas memoriku penuh dengan coretan.

Aku dengan agak gentar pada jam musik memainkan accord. Hasilnya adalah nilai buruk. Poor you, Boy!

Aku tidak bisa mengendalikan syaraf ke kedua tanganku yang dengan kecepatan lumayan sedang menumbuk tangan BR. Kelihatannya dia agak marah. Aku harus segera baikan dan minta maaf kepadanya supaya hubungan baik kami tidak mengalami cracking.

Bu Indri menyampaikan Nouns as Adjective dan materi satunya yang tidak sempat aku tulis judulnya. Jam terakhir aku mendapat teguran dari Bu Prapti karena ada kesalahan yang cukup fatal dalam jawaban pekerjaanku. Aku lupa bahwa di dalam tasku ada buku Ekonomi, so I meminjam Yetty’s.

Hari itu pukul 16.05 aku sudah sampai di rumah. Setelah shalat aku langsung memainkan peran sebagai bayi berumur empat bulan pada iklan Promina. Karena makanan belum siap, aku mencari plastik untuk media tanam biji belimbingku di rumah nenek. Kemudian aku menanam biji belimbing dalam media tanam. Ibu memanggilku. Aku segera makan nasi, sayur nangka, dan tempe.

Hari ini ada acara ulangan Ekonomi, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Bu Etty sudah datang dan membagi soal. Boorham, the good boy, dan Mbak Asih, the future girl, belum sampai di kelas. Setelah beberapa lama the future girl datang dan ketika teman-teman menanyakan mengapa tidak bersama the good boy, dia menjawab dengan tersenyum bahwa the good boy masih tertinggal. Di mana yes? Yes.

Hanya 3/4 dari seluruh soal Ekonomi yang dapat kukerjakan, sisanya aku menyalin Larto’s. Astri menoleh menertawakanku. Setelah kejadian itu dia tampak marah kepadaku. Pada pelajaran Agama Islam kami mendapatkan tugas menerjemahkan Surat An-Najm ayat 38-42. Aku alih posisi ke timur, lalu ke barat laut, duduk bersama the good boy. O, ya, pada ulangan Ekonomi tadi Amri juga kelihatan marah, tetapi langsung bisa kuantisipasi dan situasi normal kembali.

Pada waktu ta’lim kami, anak buah Sis, menerima ulangan dari Mas Saleh. Ta’lim selesai pada pukul 1/2 4 lebih, padahal biasanya pukul 3 sudah selesai. Anak-anak ta’lim yang ikut beladiri terpaksa terlambat atau tidak ikut saja. Pukul 16.30 aku tiba di rumah.

Pukul 18.00 0 19.00 aku nonton Alex Murphy. Lalu aku tidur karena kepayahan tanpa perlindungan intensif. Pukul 20.10 Supri membangunkanku dan emngajakku untuk melihat-lihat keramaian di Pasekan. Setelah shalat Isya’dan berbincang-bincang sebentar dengan ibu dan kakak, kami berangkat. Di sana kami dan Widodo melihat-lihat masjid yang baru 75% selesai dibangun. Lalu kami melihat problem catur dan kaligrafi nama.

Pukul 22.05 aku sudah tiba di rumah. Lalu aku nonton teve sampai pukul 23.30. Sekarang sudah hari Minggu, 28 Mei 1995. Aku harus tidur.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: