Oleh: kaveleri | 27 Januari 2008

Mimpi

Jumat, 19 Mei 1995
Ba’da Maghrib di teras rumah.

Lampu tidak bisa memperjelas bayangan tulisan di depan saya. Dua cahaya yang kuat bersumber dari dua buah lampu 5 watt yang berada pada 8 dan 10 meter, jurusan 90 derajat dan 340 derajat. Saya berada 0,8 meter dari permukaan tanah, menghadap ke selatan. Di bawah saya ada radio yang sedang bertuning pada 100,2 FM. Langit cerah dan bintang-bintang terlihat mengeluarkan sinarnya.

Tadi malam aku bermimpi dikejar-kejar seseorang dengan truknya. Dengan truk itu dia dapat menembus rumah dan mengobrak-abrik yang ada di dalamnya. Aku berlindung di rumah kiai atau masjid tetapi terus dikejar dan aku kemudian bersembunyi di balik batu yang agak tinggi. Dia mengetahui aku bersembunyi di situ. Begitulah, akhir cerita belum jelas. Selain itu aku bermimpi duduk di antara EW dan NP. EW di sebelah kananku dan NP di sebelah kiriku. Aku begitu akrab dengan mereka berdua.

Kemarin sore setelah makan dan sholat maghrib aku disuruh ibu menyampaikan amanat kepada Bu Dhe di Pasekan. Hatiku agak ciut karena jalan penghubung rumahku dan rumah Bu Dhe masih gelap dan sepi.

Sesampai di rumah Bu Dhe, di sana banyak orang. Keluarga Bu Dhe semua berkumpul kecuali Mbak Yayuk. Bahkan Mbak Rosita pun ada di sana.

Aku habiskan satu gelas air teh manis, satu lemper, dan beberapa butir kacang telur. Lalu kami mgerumpi di halaman rumah.

Ba’da Isya’ teman-teman Mas Sutris datang dan aku pulang. Sekarang Lik Sakimin sudah mengajak kita untuk segera melaksanakan sholat Isya’. See you later!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: