Oleh: kaveleri | 12 November 2007

Mudrik Sakit Panas

Pagi subuh tadi kami bawa anak kami, Mudrik, ke puskesmas karena badannya panas. Aku sholat subuh berjamaáh dulu di masjid, sedangkan isteriku menggendong Mudrik ke puskesmas yang letaknya memang berdampingan.

Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, aku ke Puskesmas. Alhamdulillah sebentar kemudian petugas puskesmas mempersilakan masuk. Setelah menunjukkan kartu berobat, kami diminta menunggu sebentar. Dokter pun keluar. Bu Dokter berjilbab itu minta maaf karena kami harus menunggu agak lama, sedang dia kecapekan. “Semalam pasiennya banyak,” katanya.

Setelah ditimbang –berat badan Mudrik sekarang 10 kg– Mudrik diperiksa. Usai diperiksa kami menebus resep Bu Dokter ke apotek puskesmas. Obat yang diberikan adalah puyer penurun panas dan satu botol sirup antibiotik. Obat tersebut cukup ditebus dengan harga sepuluh ribu rupiah saja. Kami sepakat untuk tidak memberikan sirup antibiotik itu kepada Mudrik, cukup puyer penurun panas saja.

Sekitar pukul lima pagi kami telah keluar dari puskesmas dan seperti biasanya, Mudrik kami ajak jalan-jalan keliling kampung. Dia sangat tertarik dengan mobil, lampu mobil, motor, lampu penerangan jalan, lampu kelap-kelip (flip-flop), kucing, ayam, dan burung. Sudah menjadi kebiasan Mudrik untuk minta diajak jalan-jalan sehabis kami sholat Subuh. Sambil kugendong, aku biasanya menyebutkan nama-nama benda yang kami temui di jalan dan sifat-sifatnya. Allah SWT mengajari Nabi Adam AS nama-nama semua benda, waállama aadamal asmaa’a kullaha. Ketika bertemu dengan benda/binatang yang dikenalinya, aku biasanya berhenti sejenak dan minta responnya.

Kadang, kesempatan jalan-jalan itu aku manfaatkan untuk muraja’ah Al-Qur’an. Aku bacakan ayat-ayat Al-Qur’an di dekat telinganya sambil berjalan-jalan agar bisa merasuk dan membekas dalam ingatan dan hati anakku.

Karena masih dalam tahap belajar berjalan, sesekali Mudrik aku lepas di jalanan agar dia bisa bisa belajar berjalan. Aku masih membiasakan Mudrik untuk tidak memakai alas kali, untuk melatih syaraf-syaraf di telapak kalinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: