Oleh: kaveleri | 21 Agustus 2007

Keimanan Sang Pejuang

Demi Allah, keimanan bukanlah dilihat dari yang paling keras teriakan takbirnya, bukan pula dari yang paling deras air matanya kala muhasabah, dan bukan pula dari yang paling ekspresif menunjukkan kemarahan kala melihat Israel menyerang Palestina. Bukan pula dari yang paling banyak simbol-simbol keagamaannya. Karena itu semua hanya sesaat.

Sesungguhnya keistiqomahan dalam berjuang, itulah indikasi keimanan sang pejuang yang sebenarnya. Pejuang yang sabar menapaki hari-hari dengan mengibarkan panji Illahi Rabbi. Yang selalu bermujahadah mengamalkan Al Qur’an. Teguh pendirian. Tak kenal henti. Hingga terminal akhir, SURGA.


Responses

  1. Ini merupakan hikmah harian hari ini, Selasa, 21 Agustus 2007, dua pekan kurang satu hari dari Pilkada DKI.

    Menjelang Pilkada aku sengaja tidak memposting tulisan, agar konsentrasi kita bisa lebih ke pemenangan Adang-Dani, walaupun akhirnya takdir Allah SWT yang menentukan lain.

    Tiada kekalahan dalam dakwah. Allahu Akbar!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: