Oleh: kaveleri | 29 Mei 2007

Tragedi 11 Januari ’95

Hari itu tampak seperti biasa. Namun tiba-tiba Yuli datang membawa berita menyedihkan itu. AKu tak percaya karena kemarin malam dia tampak biasa-biasa saja, tidak menunjukkan firasat yang aneh.

Akibat berita itu aku membisu 2 jam pelajaran lamanya sampai teman-teman mengira aku sakit. Aku minta maaf kepada Ronny dan Mbak Asih atas sikapku tadi. Tunggul dilanda kesedihan, hari berkabung regional.

Keesokan harinya Yuli datang lagi. Dia kutawari kembang gula. Mukanya masih menyisakan kesedihan. Malam sebelumnya (10 Januari) dia telah menulis surat balasan, tetapi sekarang dia menangis. Untuk siapakah surat yang ditulisnya.

Jumat sore aku ikut tadarus di rumah almarhum. Suasana masih muram walaupun banyak yang ikut tadarus hari itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: