Oleh: kaveleri | 28 Mei 2007

UJIAN

Jumat, 16 Desember 1994

Cerita ini dimulai Kamis, 15 Desember 1994

Kegiatan pagi masih seperti biasa, aku berangkat ke sekolah pukul 6.15. Di pinggir jalan raya hanya ada Mu’ Amin yang duduk sambil membaca buku. Lalu banyak ayng lain datang, seperti Yatno, Upik, Mbak Warsiti, dll. Angkutan berhenti, Mu’ Amin dan Mbak Warsiti naik. 95% penumpangnya akhwat. Pukul 6.45 kami baru mendapat kendaraan. Kendaraan sesak. Di sebelah kiriku ada cewek, dia tampak cuek. Aku cuek juga. Sedang di depanku ada dua ninja.

Aku datang tepat waktu, 7.00, walaupun tes dimulai pukul 7.30. Setelah bel masuk, aku berdoa dan membaca surat 2 ayat 255. Soal Bahasa Inggris itu terasa agak mudah, tetapi aku enggan keluar ruangan. Sisa waktu kugunakan untuk menulis surat. Teman-tman sudah banyak yang keluar, tetapi aku masih enggan juga. Bahkan Astri pun sudah keluar. Ikutan juga, ah!

Aku dan Badrus pergi melihat-lihat keadaan. Kemudian plus Tri dan Totok kami kembali ke Lab. Kimia. Kami ramai membahas soal-soal Fisika.

Pengawas pada jam ekdua adalah Pak Mardani. Soal dibagikan, aku hanya memandanginya berlama-lama. Pada pertengahan nomor 10 tiba-tiba Jamal keluar. We bocah!

Aku banyak melamun dalam mengerjakan soal itu. Aku melamun untuk keluar, tetapi kasihan Tri pulang sendirian. Selesai mengerjakan soal aku menulis surat. Waktu masih terlalu lama, 2 jam. Hampir selesai menulis surat, Dewi minta aku untuk mengajari no. 2. AKu menegakkan kertas ulanganku sehingga kelihatan olehnya. Setelah selesai aku melanjutkan menulis surat.

Bowo kembar sudah keluar, teman-teman yang lain juga. Aku melirik Tri. Dia mengangguk. lalu kami keluar. Astri dan Asih masih duduk dengan tenang. Larto pun keluar.

Kami bertiga pulang. Aku duduk dekat seorang ninja dan seorang anak lain. Mula-mula mereka merasa sungkan, tetapi lama-kelamaan sikap mereka biasa. Mereka sudah mulai berbincang-bincang.

Di terminal banyak yang turun. Salah satu dari 3 teman yang 2 duduk di kananku mendapat tempat duduk di samping Tri. Ketiganya meskipun tidak satu tempat duduk masih berkicau juga. Jalan kelok membuatku harus berpegangan.

Anak-anak SD sudah pulang. Aku mengalah dan berdiri, memberi temapt kepada anak-anak kecil itu.

Sampai di rumah aku melepas sepatu, ganti pakaian, ke belakang, cuci tangan, lalu makan siang. Pukul 11.30 – 12.00 nonton tv. Pukul 12.00 – 12.15 istirahat. Lalu aku sholat Dzuhur. Pukul 13.00 aku membuka buku. Pukul 13.30 aku mendengarkan radio.

Di luar hujan gerimis. Mobil putih mengankut makanan ayan dari rumahku.

Adzan maghrib, aku bergegas ke masjid. Selepas maghrib kakiku berdarah karena tersandung batu. Aku tidak bisa mengikuti sholat Isya’ dan pengajian malam Jumat ini di masjid. Pengajian di masjid sudah selesai (suaranya terdengar sampai ke rumahku). Ada seseorang mengetuk pintu. Tamu itu adalah Mas Sri, Martaji, dan Widodo. Mereka ada bisnis. Mereka ada bisnis. Kami berbincang-bincang sampai pukul 20.

Aku tidur diiringi Slank dengan Kamu Harus Pulang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: