Oleh: kaveleri | 25 Mei 2007

Ebtanas

Kamis, 12 Mei 1994

Sekarang aku mulai lagi setelah absen dua bulan. Lega rasanya telah berhasil menempuh Ebtanas plus Ebta yang diselenggarakan sejak 3 Mei lalu. Kini aku sudah free, tetapi harus tetap bebas yang bertanggung jawab. It means that harus mengindahkan segala norma yang berlaku di masyarakat.

Sekarang bulan Dzulhijjah, bulan yang paling menyibukkan. Seperti biasanya setiap tanggal 10 diadakan peringatan hari kurban. Pada bulan ini tercatat terpadatnya orang punya hajat (walimah -red). Pernah ibu dalam satu hari harus menyumbang tujuh tempat dan setiap hari hampir ada saja orang punya kerja. Hal tersebut khususnya untuk luar kampung, baik dekat maupun jauh.

Intrakampung juga sibuk. Tanggal 15 Mei Paryono khitanan. Dan pada tanggal 20 Mei 2007 Mas Darto menikah dengan Mbak Mariana dari Lubuk Besar, Medan. Pada malam yang sama menurut rencana juga diadakan peringatan Idul Adha.

Rapat Karang Taruna yang biasa diadakan setiap malam Minggu Wage, kini diajukan ke malam Senin Pon. Walaupun pada Senin keesokan harinya ada Ebtanas, aku masih menyempatkan diri menghadiri rapat.

Malam Selasa kumpulan marahan (istilah untuk pembagian undangan hajatan yang akan disebar) bdi Giyo’s dan malam Rabunya laporan. Malam Kamis vakum kegiatan. Malam Jumat kumpulan amrahan di Mas Darto’s. Malam Sabtu laporan. Malam Minggu istirahat. Minggu pagi dan malam jadi sinoman.

Aku sulit menenangkan pikiran, terutama menjelang Ebtanas. Entah bagaimana hasilnya, aku tidak bisa mengoptimalkan seluruh perhatianku pada tes terakhir itu.

Ibadahku tetap kujaga walaupun tidak sekhusyu’ sebelumnya. Konsentrasiku buyar walaupun masih bisa menghadapi permasalahan dengan tangan dan kepala yang masih beku.

Masih ada yang kurang. Aku tidak melakukan puasa, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan ke masjid selama Ebtanas. Today I’m gundah. Astaghfirullah Al-Adzim.

Aku tidak bisa tenang tanpa rahmat dan hidayah-Mu ya Allah! Berikan kepadaku ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, perasaan sehat, dan kekuatan lahir batin. Nafasku terasa sesak. Berikah hamba-Mu umur yang cukup untuk berbuat kebaikan dengan ridha-Mu, ya Allah!

Berikanlah kepadaku kekuatan, kebaikan, kejujuran, kedewasaan, keteguhan iman, kemasyarakatan, kecerdasan, ketanggapan, ketajaman pikiran dan hati, kesabaran, kemandirian, kebahagiaan dan kebaikan di dunia dan akhirat, ketabahan, ketangguhan, penguasaan diri, kemampuan untuk membahagiakan orang lain.

Ta Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada kedua orang tuaku, kakak, adik, saudara-saudara, teman-teman, semua yang telah kulihat, semua yang telah kukenal, dan semuanya. Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: