Oleh: kaveleri | 26 Maret 2007

Pekerjaan yang Halal

Kebanyakan dari kita mungkin berpendapat bahwa pekerjaan menyemir sepatu itu halal. Akan tetapi, ternyata tidak selalu.

Suatu hari aku sholat dzuhur di masjid kantor. Aku tidak sempat melepas sepatuku dengan sandal di ruangan kerjaku karena aku langsung dari acara pisah sambut karyawan.

Di pelataran masjid aku lihat ada beberapa tukang semir sedang menyemir sepatu. Aku lepas sepatuku lalu wudhu dan sholat. Setelah sholat aku celingukan mencari sepatuku. Ternyata sepatuku sudah terparkir rapi bersama sepatu-sepatu yang lain dan sudah mengkilap disemir. Aku sudah menduga sebelumnya.

Karena merasa tidak minta jasa penyemiran kepada tukang semir itu, aku ambil saja sepatuku. Tukang semir sepatu itu berkata, “Semir, Om!”

Aku cuek saja dan langsung memakai sepatuku. Dalam hati aku berkata, jika dia minta bayaran maka akan aku ceramahin.

Ternyata dia hanya bilang begitu. Dan ketika aku beranjak pergi, aku tidak ditanya atau ditegur lagi.
Berarti dia memang merasa bahwa dia “kurang benar” dengan caranya mengambil sepatu orang, memindahkan tempatnya, dan menyemirnya dengan harapan mendapat balas jasa dari si empunya sepatu.

Manurutku, transaksi itu cacat, jadi tidak sah. Jadi aku berhak untuk tidak membayar jasanya. Tidak ada kesepakatan di awal.

Mungkin mirip dengan permisalan begini: Anda sedang berada di dalam bis kota. Kemudian, ada penjual permen membagi-bagi permen kepada semua penumpang bis itu, termasuk kepada Anda. Tentu Anda atau penumpang yang lain berhak untuk tidak membeli permen tersebut.

Anda dan penumpang lain tentu marah jika tidak menginginkan membeli permen itu tapi dimintai uang. Bedanya dengan kasus tukang semir tadi, yaitu semir yang sudah tertempel di sepatu tidak bisa diambil lagi, tetapi permen ini bisa diambil kembali.

Ironi masyarakat kita, masih banyak yang kesulitan secara ekonomi, tetapi dalam mencari penghidupan mereka tidak begitu memperhatikan masalah ini.

Pekerjaan yang kelihatannya halal ternyata belum tentu. Apalagi yang tidak halal, jelas tidak halal.


Responses

  1. lo aja yang bego, lo kan gawa masa ga ada hati nurani, mana nalar lo…

  2. Kalo aku pinter mah kagak bakal sekolah, Mpok! Ikut sekolah aje masih suka bego, gitu. Maap, nih, tapi kalo ada pengamen aku suka ngasih kok, kalo lagi ada tapinya. Dikit-dikit masih ada lah nuraniku.

  3. weh. antara setuju adn gak setuju.

    – setuju. supaya mereka gak sembarangan dan semaunya lagi.
    – gak setuju. kasihan. kasih aja napa?😛

  4. sepakat ni kayak ginian.. sama saja kayak
    duit recehan ada sebiji
    ada pengemis tua usia +- 50 th
    atau pengamen muda sekitar 17thnan..
    ya saya bakal kasi satu satunya receh itu ke si
    pengamen muda

  5. Halalan Thayyiban…
    Setauku itu prinsip dasar yang diajarkan dalam Islam…

  6. Kamu salah kalo cuekin tukang semir itu, kasihan kan sudah keluar tenaga dan bahan semirnya, sebaiknya ditegur baik-baik sebab gak ada permintaan dari kamu untuk semir sepatu. Tetapi karena sudah terlanjur disemir kalo ada duit diganti untuk bahan semirnya, ya bagi bagi rejeki gitu. Kamu kan juga senang sepatu kamu bersih, mengkilap dan kelihatan seperti baru.

  7. @Koko

    Wah, anda lebih bijaksana, salut.

  8. kebetulan nie, ane lg mencari ciri pekerjaan yang halal, klo tukang semir sepatu itu menurutku itu pekerjaan yang halal,
    klo cara tukang semir itu seperti itu maybe itu adalah trik dia untuk mendapatkan pelanggan,
    maslah dia dibayar atau tidak itu urusan belakang,

    setidaknya yang membayar mempunyai hati nurani.

  9. Memang sangat sulit mencari pekerjaan yang halal itu, sesuatu yang terlihat halal ternyata kalau kita kaji jauh lebih dalam ternyata ada unsur haramnya. Dan saya banyak sekali menjumpai sesuatu yang haram dan dibangga-banggakan oleh orang-orang…astagfirullah, mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ? ada yang lebih berbahaya lagi bilang begini “mencari uang haram saja sulit, bagaimana dengan mencari uang halal” sungguh umat Muhammad SAW tidak pantas bilang seperti itu.

  10. kalo itu dari keikhlasan kamu aja… mau bayar atu tidak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: