Oleh: kaveleri | 21 Maret 2007

PKS Rawan Melakukan KKN

Partai Keadilan (Sejahtera), the growing party in Indonesia, harus diakui banyak kalangan sebagai fenomena yang luar biasa. Akselerasi pertumbuhan kadernya sungguh mengejutkan banyak pihak, terutama lawan politiknya.

Petualangan politik PKS dimulai dari tahun 1998 atau setahun setelah tumbangnya rezim Orde Baru dengan pendirian Partai Keadilan. Sebelumnya, memang, pendiri dan anggota partai ini belum pernah mengembara di hutan belantara politik.

Dengan kesolidan jaringan dan kekuatan moral yang diusungnya, PK tampil dengan “bersih”. Walaupun jumlah anggota DPR mereka waktu itu hanya 7 orang, lawan politiknya sudah mulai kecut. Komitmen menjadi partai yang bersih telah banyak mereka buktikan.

Meminjam istilah Ustadz Anis Matta, PKS telah melakukan lompatan, dari luar sistem ke dalam sistem. Sistem dimaksud adalah sistem pemerintahan.

Sekarang PKS telah berada di dalam sistem. Setidaknya ini ditandai dengan jabatan ketua MPR dan beberapa menteri yang dijabat oleh orang PKS.

Dengan semakin banyak angota legislatif dari kader PKS, kunci-kunci harta akan semakin terbuka. Siap-siaplah, sebentar lagi pintu-pintu harta akan dibuka untuk kita. Dua ungkapan di atas dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan senada dengan ungkapan tersebut, mengisyaratkan adanya korelasi antara kekuasaan dan harta.

Kita juga mendengar adanya anggota dewan dari partai ini yang kondisi ekonominya sebelum dan sesudah menjabat sangat kontras. Memang tidak bijak jika kita langsung memvonisnya “tidak bener”, karena penghasilan anggota dewan bisa jadi lebih besar daripada penghasilannya sebelum terpilih menjadi anggota dewan. Akan tetapi, minimal dari segi keteladanan dan kepatutan, hal tersebut rasanya menyisakan tanda tanya di masyarakat yang masih banyak yang melarat.

Hampir sama saja antara anggota dewan dari PKS dan dari partai lain, yaitu menjadi kaya mendadak setelah menjadi anggota dewan. Pepatah mengatakan, power tends to corrupt.

Kerawanan PKS untuk melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme patut kita cermati bersama. Ini saya maksudkan untuk mengingatkan kita semua akan fitnah harta dan tahta ini (dan mungkin juga wanita).

Pertama, berhubungan dengan penunjukan pelaksana sebuah proyek yang didanai oleh negara/daerah.

Jika harus memilih proyek ini diserahkan kepada ikhwah sendiri, walaupun belum ketahuan profesionalitas dan track record-nya secara jelas atau diserahkan kepada “orang lain”. Secara aturan formal, tentu yang paling profesional dan paling efisien dalam biaya yang akan terpilih. Akan tetapi, praktik di lapangan, keputusan memilih seperti itu akan menentukan apakah si pembuat keputusan itu mempunyai kredibilitas, atau punya kecenderungan untuk menyerahkan proyek-proyek ke kalangannya sendiri.

Kedua, seputar penyalahgunaan fasilitas negara.

Kecenderungan untuk memanfaatkan fasilitas dan dana negara untuk kepentingan golongan atau partai memang ada. Misalnya ada sebuah kementrian yang menterinya berasal dari PKS. Kemudian, menteri tersebut melaksanakan kegiatan seminar, pelatihan, atau semacamnya di sebuah hotel selama beberapa hari. Di salah satu hari dari acara tersebut diselipkan agenda internal partai. Menurut saya, ini adalah penyimpangan.

Jangan sampai ada ungkapan kekuasaan yang diamanahkan kepada kita ini menjadi “lumbung” buat partai kita.

Mungkin masih banyak titik kerawanan di sini, aku tidak mengetahui satu per satu. Akan tetapi, potensi dan mungkin sudah ada yang terjadi, ini memang ada.

Juga jangan menimpali dengan ungkapan ikhwah juga manusia. Ungkapan latah ini seakan memberikan pemakluman bahwa kita sama dengan manusia yang lain, berarti sama dengan orang yang belum tertarbiyah. Apalagi, tentunya anggota dewan dari PKS merupakan kader PKS yang jenjeng keanggotaanya sudah cukup tinggi. Sudah memenuhi muwashofat sesuai dengan jenjangnya.

Kisah manusia-manusia langitnya Helvy Tiana Rosa yang menggambarkan idealitas yang sangat tinggi yang dibawa ke dalam dunia nyata akan menjadi dongeng saja jika tidak diteruskan tradisinya oleh para pejuang keadilan belakangan. Kita sering mendengar ungkapan, kita kan ikhwah, bukan ammah. Kita ngaji, kita tertarbiyah, kita harus lebih baik daripada mereka, minimal dalam moralitas. Syukur-syukur, selain kapasitas moral, kita juga bisa menunjukkan kompetensi profesionalitas kita.

Jika dalam moralitas pun kita hampir tidak bisa dibedakan dengan orang ammah, lalu apa yang membedakan kita dari masyarakat pada umumnya.


Responses

  1. itulah akibat kalo kita mengaku islam tapi pemikiran dan perasaan KEBARAT-BARATAN…….demokrasilah…nasionalismelah…patriotismelah…dsb..
    tak dipungkiri klo semua itu memicu terjadinya korup…..kan hak orang dijamin…klo mo korupsi terserah !!kan hak gue!!!!!!!!!!
    klo islam yah islam aja….jangan dicampur
    partai islam yah partai islam……fikrah dan thariqoh partai juga harus islam ???bukan demokrasi de el el……………..
    wassalam

  2. memang… segala sesuatunya kembali pada diri masing2…
    klo memang ada dari PKS yg tidak bersih… aseli, saya kecewa.. seperti saya kecewa akan banyaknya orang2 yg ngaku muslim tapi samasekali gak islami bahkan memalukan islam..
    dan mudah2an PKS bs membenahi untuk bisa selalu bersih…

  3. Tapi nila setitik jangan sampai merusak susu sebelanga. Tujuan besar jangan sampai kandas gara-gara sandungan kerikil kecil. Mari kita doakan agar PKS tetap bersih.

  4. Kita sepakat bahwa partai ini harus tetap …, agar kinerja kadernya disospol untuk tetap bersih, karena kita mempunyai hak sebagaimana kita sudah menjalankan kewajiban walaupun sedikit mengantarkan mereka di kursi dewan. Adapun hak itu adalah mengingatkan mereka terhadap pola kinerja mereka. Sekali lagi kita punya hak itu dalam menasehati dalam kebenaran dan kesabaran walau maqam kita tidak setinggi para wakil2 kita didewan. Balancing dari luar bisa dijadikan pengingat akan komitmen awal yang sudah dibangun.. Insya Allah

  5. Yang pertama niat.. Semoga Allah senantiasa meluruskan setiap belokan niat kita pada-NYA.. Amin.

  6. Kenapa ribut2 hanya karena ada kader PKS yg korup? Lha wong disana banyak kader PKS yg ikut ruwatan, tahlilan dan Yasinan bid’ah syirik aja ngakunya dapet instruksi dari atasan, kok! Apa gunanya bersih dari korupsi jika akidah amburadul?!

  7. penonton adalah seolah-olah adalah pemain yang terhebat. coba lihat saja olah raga bola semua penonton pada hebat. tapi coba suruh main bola, mungkin tendang bola saja tidak bisa. ayo ikhwah kita tabayun melihat saudara-saudara kita yang telah di beri amanah untk mengemban amanah dakwah bagi mereka. jangan terlalu banyak bicara yang belum tentu kebebnarnya yang berpotensi menjadi fitnah. ayo tingkatkan pemahaman dulu ………

  8. Ada seorang member di forum detik.com yang telah menggunakan artikel ini untuk menyerang PKS, padahal maksudnya bukan untuk itu. Ini hanya warning dan nasihat saja. Tetapi dia tetap getol menyerang PKS antara lain dengan menyebutkan artikel ini walaupun sudah banyak di-counter oleh member yang lain.

  9. Kenapa masih banyak orang Islam yang Alergi terhadap Partai Islam. Islam Hanya diidentikkan dengan rukun Islam. Janganlah kita suka berburuk sangka dengan orang lain…. janganlah kita susah melihat orang lain senang…..terus kalau Islam dilarang berpartai/berpolitik, solusinya apa… orang komunis saja untuk menanamkan ideologinya harus berpolitik….apalagi Islam yang memang merupakan tuntunan bagi umat manusia…. Islam adalah kaafah…semua sendi kehidupan diatur dalam Islam….Bangsa barat saja maju, karena menerapkan prinsip-prinsip yang pada dasarnya merupakan prinsip Islam, contohnya…kejujuran….kedisiplinan…..Tetapi lihatlah Indonesia negeri yang penduduknya Islam tetapi apa yang saudaraku lihat………….Ingatlah saudaraku….JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN PKS MARI DUKUNG PKS…JIKA ANDA BERBEDA DENGAN PKS, MARI KITA BERTOLERANSI DIATAS PERBEDAAN KITA. JIKA ANDA MEMBENCI PKS, SAYA YAKIN PKS TETAP MENCINTAI ANDA……

    • orang yang mengkritik PKS atau partai islam bukan berarti alergi….ini semata-mata dakwah dan nasehat yang diperintahkan oleh agama ….mereka ingin jalan Islam atauy dakwah itu benar , toh yang dikritik bukan orang suci yang tidak mungkin salah, nabi saja pernah dikritik oleh Allah di al-qur’an….kenapa orang atau partai yang dikritik merasa risih atau alergi…PKS hanya suatu nama dari partai yang arahnya ditentukan oleh orang-orang didalamnya….kalau orang yang didalamnya ada yang salah wajar donk kalau dikritik atau dinasehati..apalagi mereka mengaku partai dakwah..jadi harus siap disorot…..jadi jangan fanatik dan taqlid…jangan sia-siakan pemberian akal dari Allah…….semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua.

  10. mantap lah bang galang. bagus botul ku tengok komentar abang. abang kader pks jugo yo?

    • buat asa namku..sepertinya anda fanatik banget dengan PKS..seolah mereka (PKS) itu ma’sum terlepas dari dosa dan salah….bahkan anda dengan membabi buta menyerang pengkritik PKS….dimana ilmu dan imanmu…apakah anda tidak bisa membedakan pengkritik yang benar-benar ingin jalan islam benar dengan pengkritik PKS karena mereka benci dengan Islam…..lihat bahasa yang dipakai …..ingatlah PKS tidak akan bisa menolong kita di akhirat…jadi kita fanatik hanya boleh untuk islam…semoga Allah memberi hidayah kepadamu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: