Oleh: kaveleri | 16 Februari 2007

Global Reformation (GR)

Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit banyak perjalanan yang kita lalui akan bergeser. Berbagai kondisi, rintangan, halangan, dan gangguan yang datang menerpa akan membuat performa kita untuk melakukan perjalanan akan menurun, bahkan bergeser.

Istlah kata, orang hidup hanya berteduh sesaat di bawah pohon untuk segera bergegas lagi melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, terkadang kita terlena untuk berlama-lama di bawah pohon tersebut karena sejuk dan semilir angin yang melenakan. Kita lupa bahwa kita masih harus menempuh perjalanan lagi, di bawah terik matahari dan penuh dengan debu.

Atau perumpamaan jawa, urip iku gur koyo wong mampir ngombe. Artinya, hidup itu hanya seperti orang yang sedang mampir untuk minum. Seharusnya, setelah meminum air untuk melepas dahaga, kita segera bergegas melanjutkan aktivitas kita. Tetapi, jika kita kebanyakan minum, bisa-bisa kita kembung dan akan menjadi malas untuk kembali beraktivitas. Seperti episode Thalut versus Jalut dalam Al-Qur’an:

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Anak panah yang melesat dari busur juga akan mengalami pembelokan karena angin.

Sunatullah juga, benda yang bergerak (bukan di ruang hampa) lama-kelamaan akan berhenti jika tidak mendapat energi untuk mempertahankan geraknya.

Banyak hambatan yang akan mengurangi kecepatan geraknya.

Di sinilah perlu adanya pelurusan kembali. yang aku sebut sebagai global refrmation (GR). Secara berkala kendaraan yang kita miliki harus diservis agar tetap mempunyai performa yang tinggi. Ada yang perlu dibersihkan, ada yang perlu distel kembali ke default value atau titik optimalnya, dan ada pula yang perlu diganti.

Objek GR adalah diri kita. Kita harus menservis diri kita secara berkala supaya performa diri kita tetap optimal.

Program GR secara ideal ada program jangka pendek, menengah, mauun panjang.

Shalat merupakan salah satu program GR jangka pendek. Perumpamaan orang yang mengerjakan shalat lima waktu seperti seseorang yang di depan rumahnya ada sungai yang jernih. Dia setiap hari mandi di sungai itu lima kali. Maka, badannya tentu akan bersih, tidak terdapat kotoran menempel di badannya.

Demikian pengantar ke Global Reformation.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: