Oleh: kaveleri | 20 Januari 2007

Tahun Baru 1428 Hijriyah

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahu ‘anhu beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Ending segala adalah sesuatu yang sangat penting. Seperti hadits shahih di atas, ketika seseorang melakukan proses tapi di akhir hidup (ending)-nya proses itu berbalik arah. Maka arah yang dia tuju di akhir hidupnya itulah yang akan menentukan nasibnya sesudah mati nanti.

Semoga di akhir hidup kita, kita mengarahkan diri kita kepada kebenaran, kepada fitrah, kepada Islam.

Hai, orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Dan janganlah sekali-kali kamu mati, kecuali dalam keadaan kamu berserah diri (muslim).

Mati hanya sekali. Kita disuruh Tuhan kita supaya jangan sampai mati yang hanya sekali itu kita alami dalam keadaan tidak berserah diri kepada-Nya. bagaimana pun keadaan kita sekarang ini. Yang penting mati kita dalam keadaan Islam.

Cerita mengenai ending ini cukup banyak. Dari yang klasik dan sangat dramatis menurutku, tentang seorang pelacur yang ending hidupnya ketika dia memberi air minum yang kepada seekor anjing yang kehausan, padahal dia sendiri juga kehausan dan setelah itu mati karena tidak dapat minum.

Cerita yang lebih modern seperti balap Formula 1. Misalnya Schumi memimpin dari lap pertama sampai terakhir. Tetapi menjelang finish, dia mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa meneruskan perlombaan sampai finish. Akhirnya pembalap lain yang akan menjadi juara.

Tetapi, bukan berarti kita semaunya hidup di dunia, asal yang penting menjelang kematian kita bertaubat dan menjadi muslim yang sungguh-sungguh. Yang paling berpeluang untuk menjadi juara F1 setelah Schumi jatuh adalah pembalap di belakangnya. Adapun pembalap yang santai-santai, akan sulit mengungguli para pembalap lainnya menjelang finish.

Jadi, agar kita berpeluang lebih besar untuk mati dalam keadaan Islam, maka dalam seluruh proses hidup kita harus bersungguh-sungguh dalam menapaki kehidupan sebagai seorang muslim.

Rahasia lain adalah rahasia kematian itu sendiri. Manusia tidak dapat mengungkap dan memprediksi datangnya kematian ini. Sehingga, kita harus bersiap-siap menghadapinya. Sewaktu-waktu dia datang kita telah siap dengan bekal takwa kita dan status keislaman kita.

Sekedar renungan di awal tahun baru kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: