Oleh: kaveleri | 22 November 2005

Double Agent

Agen Ganda.
Itulah yang sekarang cukup memusingkanku.

Mulanya nggak ada namanya itu agen ganda, maksudku adalah terdapatnya seorang pengurus yang merangkap jabatan di kepengurusan organisasi lain yang sejajar. Ternyata, beberapa lama kepengurusan Fosma berlangsung, Badan Eksekutif, BE, mempunyai agenda membentuk semacam unit kerohanian (Penjelasan mengenai hal ini insya Allah kalau ada kesempatan akan aku jelaskan di judul yang lain). Padahal, unit tersebut sudah terwakili oleh Fosma. Maka di Depok nggak ada yang mau mengisi formasi di unit kerohanian BE tersebut. Akan tetapi, di Salemba lain lagi. Salah satu anak Fosma ditawari mengisinya dan mau. Jadilah dia agen ganda.

Di Fosma dia diamanahi di bidang pendidikan, dan di BE dia dipercaya memegang unit kerohanian. Tentu saja karena BE itu majemuk maka bukan hanya agama Islam yang diakomodasi, agama lain pun minta diakomodasi. Isunya, perayaan hari natal akan diadakan. Wallahu a’lam.

Ternyata perjalanan Fosma karena adanya agen ganda ini menjadi agak terganggu. Hal ini karena, mau tidak mau harus diakui bahwa kecenderungannya adalah ke BE. Bahkan dapat dikatakan bahwa BE bisa memanfaatkan Fosma untuk kepentingannya. Dan itulah yang terjadi. Kepanitiaan Serasi, Semarak Ramadhan Ekstensi di kampus Salemba yang merupakan trade mark Fosma menjadi kegiatan bersama Fosma dan BE. Belum lagi bargaining-bargaining yang dilakukan … .

Sebenarnya ini bukan yang pertama ada agen ganda di Fosma. Kepengurusan sebelumnya juga terdapat agen ganda, Kabid Kajian Islam Fosma merangkap sebagai Sekretaris BE. Akan tetapi keadaan waktu itu berbeda dengan sekarang. Waktu itu aku mempertimbangkan akan bisa mengurangi ‘kemudharatan’ di BE dengan menempatkan anak Fosma di situ. Komposisi BE waktu itu fifty-fifty antara muslim dan non-muslim. Untunglah ketuanya muslim. Sedangkan pengurus BE yang non-muslim terlihat cukup kompak. Membaca situasi begitu, dan karena ada tawaran darinya, akhirnya kami putuskan untuk menempatkan satu orang Fosma di sana. Kalau banyak aku takut akan mengganggu stabilitas Fosma sendiri. Posisi ketua BE waktu itu lemah, harus di-support, salah satunya oleh sekretarisnya tersebut.

Berbeda dengan keadaan sekarang, walaupun kalau ditarik garis permasalahannya berujung pada masalah yang sama. Memang begitulah sifat double agent. Terakhir, aku merasa sangat bersalah dalam sepekan ini. Beberapa kali Fosma ‘kecolongan’, termasuk pada kejadian rapat Halal bil Halal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: