Oleh: kaveleri | 26 Oktober 2005

Drop

Kemarin aku hampir drop. Selasa siang aku ngantuk banget, karena kurang tidur malam sebelumnya. Lalu aku harus mempersiapkan diri untuk ujian sore harinya, dua mata kuliah sekaligus. Bayangin, coba!

Akhirnya aku PC, pulang cepat, tapi nggak pulang. Aku belajar di ARH sampai sekita jam 16.00. Pusing juga. Kemudian ke perpust then masuk kelas. Ternyata pada saat-sat kritis ini ada soal Manpro Aksel yang lalu. Biasanya soal-soal ujian bisa dibawa pulang, tetapi ini soal dikumpulkan kembali. It’s a sign, mungkin soal mid semester ini akan sama/mirip.

Ya udah, kita, beberapa orang, belajar itu soal yang diisukan keluar. Alhamdulillah aku udah bisa kuasai konsepnya. Lalu mulailah ujian (aku masuk agak belakangan, belajarnya belum selesai). Ujian mulai pukul 16.30. Soal hitung-hitungan udah bisa aku kerjakan, tetapi soal teori malah keteteran. Padahal aku sudah menghafalkan sebelumnya. Jadi lupa waktu ujian.

Ketika adzan Maghrib tiba, aku hanya minum air mineral beberapa teguk, sambil terus mengerjakan soal-soal ujian itu. Sebenarnya ditawarin kue oleh pengawas ujian sih, tetapi aku nggak mau, malu. Yang lain tidak dapat kok aku sendiri yang dapat. Targetnya sebelum waktu Maghrib habis harus udah kelar. Kalo nggak harus izin dulu ke pengawas untuk sholat Maghrib.

Kemudian ujian kedua, pukul 19.00 Teori Pembuatan Keputusan (TPK). Untung open source, baik buku, majalah, fotokopian, catatan, internet, dan semuanya boleh dipakai untuk mengerjakan soal TPK ini. Ada dua soal, kuantitatif. Yang diminta untuk dikerjakan satu soal saja. Aku mengerjakan soal yang pertama. Jawaban eksaknya udah aku dapat. Tetapi jawaban teorinya aku kurang yakin. Makanya aku kerjakan pula soal kedua dengan harapan Pak Ahmad akan mempertimbangkan untuk menjadikannya nilai tambahan kalau ada jawabanku yang kurang. He he he.

Sepulang ujian aku ketemu ketua panitia Serasi. Dia minta bantuan aku dan teman-teman dalam acara baksos yang insya Allah akan dilaksanakan Desember mendatang. Insya Allah, jawabku. Sudah menjadi komitmenku untuk membantu Fosma sepeninggalku dari kepengurusan, selama aku bisa membantu.

Aku sampai rumah jam 22.20. Aku tanya isteriku, apa ada nasi? Dia menjawab ada, tapi nggak ada lauk. Aku minta isteriku untuk menggoreng tempe dan otak-otak di kulkas. Aku makan sambil menonton Kiamat Sudah Dekat-nya Dedy Miswar. Itu sinetron relijius favoritku Ramadhan ini.

Makan bareng isteri dengan lauk tempe dan otak-otak goreng. Enak sekali.

Setelah sholat Isya’ aku nggak kuat lagi, kecapekan. Tidur deh.

Pukul 03.45 aku dibangunkan isteriku. Waduh, aku belum sholat Tarawih! Sebelum makan sahur, aku sempatkan sholat Tarawih dua rekaat ringan. Astaghfirullah, udah nggak i’tikaf Tarawih pun hampir lewat.

Badanku sangat capek, malah ada indikasi meriang. Tapi alhamdulillah sekarang baik-baik saja. Alhamdulillah nggak aku drop.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: