Oleh: kaveleri | 4 Maret 1994

Menulis lagi, ah!

Jumat, 4 Maret 1994

Kekacauan mulai lagi pada jam Ekonomi/Geografi. Aku dan friends belajar ekonomi karena menurrut jadwal hari ini ulangan. Ternyata Bu Darni malah membahas LKS Geografi. Sial!

Pulang sekolah.
Ibu menjemur kacang tanah di halaman. Beberapa burung dara dan ayam berusaha untuk makan kacang itu. Aku berlari mengejar mereka. Tomo yang diperintah ibu untuk menunggu (baca: menjaga) kacang itu agar tidak dimakan burung atau ayam malah asyik mendengarkan radio. Kesal!

Sekering kukendurkan sehingga listrik mati. Aku berharap dia mau menjaga kacang. E, malah pergi. Kuambil air suci untuk berwudhu lalu sembahyang. Di halaman terdengar suara kacang yang minta tolong karena kulitmya akan dihancurkan suatu makhluk. Sholatku jadi tidak khusyu’. Selesai salam aku lari ke halaman dan menghalau aves-aves itu.

Putri datang bersama Mbak Yani. Aku iseng menggodanya. Mbak Yani menggoreng kacang untuk Putri. Lalu mereka ke rumah nenek dengan berjalan kaki. Sambil mendengarkan radio, kubaca Majalah HAI. Mbak Uwit mengambil cat dan peralatan melukis. “Sial!” katanya ketika garis yang dibuatnya mletho. Aku terus membaca HAI, lalu menonton SF dan Abdurrahman Al-Ghafiqi.

Selesai sholat Ashar aku tertidur di atas sajadah samai waktu berbuka puasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: