Oleh: kaveleri | 18 Oktober 1993

Kenangan SMP (Bagian 2)

Senin 18 Oktober 1993
Malam yang dingin. Aku dibangunkan ibu jam 4 pagi. Lalu aku nyalakan lampu dan membuka buku Biologi. Adzan Subuh sudah terdengar. Seperti biasanya, aku terkantuk-kantuk dalam belajarku. Kututup bukuku pukul setengah lima dan aku beralih ke PR Matematika. Soalnya cukup sulit, dan aku belum nengerjakannya dua nomor. Pukul 5 pagi halaman sudah terang dan aku belum bisa mengejakan PR-ku tersebut.
Aku menimba air, mandi, dan sholat subuh berturut-turut sampai pukul 5.30. Kuhidupkan Radio Angas Buana Citra Solo untuk emndengarkan pengajian. Aku mendengarkan pengajian sambil mengenakan sepatu.
Pukul 6 kurang sedikit aku mengelap sepedaku. Aku berangakat sekoalh dengan santai. Di jalan Tardi dan Lik No di depan dan aku di belakang.
Tiba-tiba aku tersentak karena sepedaku menabrak seorang karyawati pabrik. Untunglah aku hanya sangat pelan dalam bersepeda sehingga dia tidak mengalami cidera yang berarti. Aku lekas minta maaf kepadanya. Dia memegang lengannya yang terkena sudukan stangku. Menang di situ banyak karyawan yang menungu jemputan bus.
Ketika aku mengayuh kembali sepedaku untuk menyusul Lok No, kakiku terasa bergetar. Perjalanan sudah sampai di Titang. Ika di belakangku dan emndahuluiku yang bersama-sama Lik No. Tetapi aku harus berbelok ke kanan sedangkan Lik No terus saja ke barat. Aku tidak bisa dengan cepat mengayuh sepeda karena kakiku yang bergetar belum juga teredam. Untunglah getarannya merupakan getaran infrasonik sehingga tidak terdengar orang-orang di jalan.
Pukul 6.25 aku tiba di sekolah. Setelah kira-kira lima menit bel berbunyi. Kami semua keluar ke halaman untuk emlaksanakan upacara. Dwi dan Ratno yang tidak memakai topi didiamkan saja, malah ada seorang siswa yang memakai topi dari SMP lain topinya diambil.
Pembina upacara bendera pagi itu adalah ibu Dwi Sulistiani, guru PMP kelas 1 dan 2. Beliau memberikan amanat tentang jadwal kegiatan dan penambahan waktu belajar.
Pukul 7.15 upacara bendera sudah selesai. Kami belajar Biologi untuk mempersiapkan kalau nanti ulangan. Ternyata benar. Pukul 7.45 ibu Adinda rawuh dengan membawa soal. Sial, aku hanya mendapatkan nilai 6,4. Banyak teman yang mendapatkan nilai kurang memuaskan karena soalnya sulit sekali.
Jam ketiga adalah Matematika. Aku cepat-cepat mengambil buku Matematikaku dari Muchtar. Tiba di depan kelas ibu Hartini sudah tiba. Aku agak gugup mengahdapinya. Di tengah pelajaran Eriana sakit dan diantar ke UKS oleh Sumaryati.
Jam istirahat pertama Tri Widowati dan Hesti serta lainnya pergi ke Ruang BP untuk memintakan izin Eriana. Jam keempat Eriana pulang dengan diantar mereka, on foot karena rumah Eriana dekat.
Istirahat kedua aku, Nur, dan Wahyu pergi ke perpustakaan dan diikuti ana-anak lainnya. Jam terakhir Ekonomi Koperasi, in sceleton mengoreksi ulangan. Hasinya aku mendapat 8,25.
Pulang sekolah. Sidik di belakang, aku di tengah, dan Joko cs di depan.kami, terutama aku dan Sidik, berusaha menyusul Joko cs. JPF-ASEAN-MEE! Di dalam perjalanan, di depan rumah Tri aku iseng meraih mangga dari pohon mangga yang ada di halaman rumahnya. Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya iseng.
Sirkuit perjalanan yang kami tempuh adalah sirkuit baru. Di Terminal Harjosari Tarto memilih jalur ke utara dan kami ke selatan. O, ya! Umri sudah dari tadi gugur dan tidak mampu melanjutkan perjalanan sampai finish. Ketika menyeberang jalan, umat kami bertambah dengan kehadiran Mbak Nanik, siswi SMA 1. Sidik pun tidak bisa melanjutkan perjalanan karenan sepedanya macet kehabisan bahan bakar di halaman rumahnya, masuk bengkel Latumurni.
Kini peserta perlombaan tinggal 3 orang: aku, Joko, dan Mbak Nanik. Kami saling mendahului tetapi akhirnya Joko tersuruk ke kanan di Gerdu dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Kini sainganku untuk mencapai finish tinggal Mbak Nanik. Aku beberapa kali terlempar ke belakang karena arus yang sangat berbahaya.
Akhirnya Mbak Nanik memilih rute lurus ke timur dan aku berusaha mendahuluinya dengan mengambil rute ke selatan. Terlintas aku akan menjadi juara karena Mbak Nanik pasti akan berhenti di Ngrawoh, rutenya tidak bagus.
Di depan aku harus bersaing dengan anak SMP 2. mungkin dari Bolong asalnya. Rantai sepedanya rusak dan di tranjakan dia harus menuntun sepedanya. Akhir cerita aku bisa mencapai finish dengan waktu 38 menit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: