Oleh: kaveleri | 7 September 2009

Mengusir Tawon

Sabtu yang lalu sekitar pukul tiga sore kami kedatangan ratusan tawon alias lebah. Istriku berteriak-teriak karena melihat ratusan tawon berputar-putar di halaman rumah. Takut badai serangga yang datang, aku perintahkan orang rumah untuk menutup semua pintu dan jendela yang menghadap ke luar. Dari balik jendela kaca kami melihat lebah-lebah itu beterbangan di bawah toren penampungan air.

Beberapa lama kemudian pusaran lebah itu berhenti. Kami keluar, ternyata lebah-lebah itu hinggap di kayu di bawah toren. Mereka sepertinya koloni lebah yang sedang mencari tempat tinggal dan telah menemukannya di bawah toren. Tempatnya memang cukup ideal,aman dari hujan dan panas.

Bukannya tidak suka lebah alias tawon yang diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Al Quran, tetapi kami khawatir tawon-tawon itu ngentup anggota keluargaku.

Akhirnya aku cari cara untuk mengusir tawon-tawon itu. Cara pertama yaitu dengan pengasapan dengan membakar sampah atau obor di bawah sarang tawon itu dengan tujuan agar tawon-tawon itu tidak betah dan pergi.

Cara kedua dengan menggunakan kain yang dicelup racun serangga atau karbol. Kain tersebut diletakkan di dekat sarang tawon sehingga mereka menghirup bau yang tidak enak dan pergi.

Aku mencoba cara kedua yang menurutku ini lebih halus caranya. Karena aku tidak punya kedua larutan itu dan kebetulan punya obat hama tanaman, aku coba lain yang aku basahi obat hama itu dan aku ikatkan pada potongan pipa air yang ujungnya berkait. Aku memakai jaket, sarung tangan, kaos kaki, dan helm full face untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah siap aku taruh pipa yang sudah terbalut kain itu di dekat sarang tawon. Aku menunggu beberapa lama tidak ada tanda-tanda koloni serangga itu akan pergi.

Jam empat kurang anak-anak SMP datang. Melihat ada tawon di bawah toren mereka melempari sarang itu dengan sendal dan batu-batu. Akhirnya koloni itu bubar setelah terkena lemparan batu tepat di tempat mereka berkumpul. Lebah-lebah itu kembali membentuk formasi pusaran angin. Kami kaget dan berhamburan menyelamatkan diri ke dalam rumah. Hanya satu anak yang tidak masuk rumah.

Alhamdulillah lebah-lebah itu tidak mengejar dan menyerang kami. Mereka pergi begitu saja untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.


Responses

  1. wah jadi terusir bukan karena usaha agan ya , tapi karena di timpuk he he he he

  2. wkwkw komen ente kocak juga…

  3. Sy punya tempat usaha jual teh di sekolahan tiap hari di datangi lebah madu, sehingga teh pd dikerumunin, yg jd masalah sy takut menyengat anak2 sekolah yg lg beli, sementara sarang tawonnya gatau di mana.
    Sy minta tolong tips nya untuk mengatasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: