Oleh: kaveleri | 16 April 2007

Seribu Jalan Menuju Surga

Kita tentu pernah mendengar kisah seorang pelacur yang masuk surga gara-gara memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan. Kita juga pernah mendengar kisah seorang pembunuh yang telah membunuh 100 orang akhirnya masuk surga karena tobat. Tambahan lagi kisah seseorang yang tertarik pada agama Islam dan mengutarakannya kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian setelah diberi wejangan Kanjeng Rasul, dia langsung terjun ke medan jihad dan menemui syahid. Spontan.

Ada juga jalan lain menuju surga. Bilal masuk surga karena kedawaman (kesinambungan)-nya dalam mengerjakan sholat sunnah setiap kali selesai wudhu.

Ada juga yang amalan hariannya biasa-biasa saja, bahkan sampai seorang sahabat yang ingin tahu rahasianya sehingga dia disebut Rasulullah SAW dengan sebutan ahli surga (padahal masih hidup) sampai menginap selama tiga hari di rumahnya agar mengetahui rahasianya hampir putus asa. Dia tidak menemukan amalan unggulan sang ahli surga itu, sehingga sang ahli surga mengatakan bahwa dia setiap sebelum tidur dia memaafkan saudara-saudaranya dan tidak mendengki kepada orang lain.

Begitu banyak jalan menuju surga. Akan tetapi, manusia tidak akan bisa menempuh semua jalan itu. Yang diperlukan cukup satu jalan saja, entah lewat jalan yang mana. Jika kita kuat berpuasa, maka di situ ada jalan menuju surga. Jika kita kuat bangun malam, di situ ada jalan menuju surga. Jika kita punya banyak harta, di situ ada jalan masuk surga. Jika kita mempunyai ilmu, di situ ada jalan menuju surga. Jika kita mempunyai orang tua, di situ ada jalan menuju surga. Dan masih banyak lagi jalan menuju surga yang lain.

Kita perlu mengenali potensi kita di mana. Jika kita memang kuat berlapar-lapar ria, mungkin jalan kita ke surga melalui puasa. Jika kita kuat begadang malam-malam, maka bangun malam bisa jadi sarana menuju surga. Begitu juga, jika kita miskin papa, maka jangan menempuh jalan menuju surga dengan sarana harta kita.

Jika diibaratkan dengan mata pelajaran sekolah, maka kita cukup mengejar satu mata pelajaran yang paling berpotensi mendapatkan nilai raport tertinggi. Di situlah kita curahkan segenap kemampuan kita agar mendapatkan nilai raport yang maksimal, nilai 10 (sepuluh).

Bagaimana dengan mata pelajaran yang lain? Cukup mendapatkan angka 6 (enam). Arti angka enam ini adalah kita melaksanakan perintah Allah yang wajib-wajib saja, atau tidak berbuat maksiyat yang menjadikan nilai raport kita menjadi merah. Memang lebih bagus lebih tinggi daripada nilai enam. Tetapi, yang perlu ditekankan di sini kita menspesialisasikan diri kita pada amalan unggulan kita sampai kita mendapatkan nilai tertinggi.

Perlu diingat bahwa seseorang masuk surga itu bukan karena amalnya, akan tetapi karena rahmat Allah SWT. Rasulullah pun masuk surga karena rahmat Allah. Wallahu a’lam.


Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Salam kenal N titip komen. Emang betul kata panjenengan/antum/Mas/Pak, jalan ke surga itu banyak. Karena seseorang masuk surga itu karena rahmat Allah, buka karena banyak/sedikitnya amal.
    Kendala untuk menjadi spesialis adalah ketidakmampuan kita mengendalikan diri dan cepat bosan pada satu aktifitas yang menuntut keseriusan secara terus-menerus.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Juwarto
    http://juwarto.wordpress.com

  2. Jalan menuju surga ujung2nya ya cuman 1 jalan deh kaya’nya… kalo ndak salah sih namanya sidhratul muntaha… :D

  3. Assalamu alaikum wr, Artikel yang bagus, salam kenal ya

  4. Assalamu’alaikum wr.wb

    artikel ini bagus karena dapat memberikan motivasi kepada umat untuk lebih yakin akan kebesaran Allah SWT. jika contoh diatas saja dapat Rahmat dari Allah,..nah kita yang ibadahnya lima waktu dijalankan tiap hari harus lebih yakin dan positif kepada Allah..karena Allah bersama orang-orang yang tauhid (yakin)yaitu ke-EsaanNya.

  5. intinya adalah kontinyuitas atau istiqomah iya ngga?

    maaf kalau salah

  6. Seberapa penting sih surga itu?

    Kalo memfokuskan diri untuk mencapai surga, jangan-jangan yang terjadi justru pen-syirik-an Allah dengan surga…

    Sedikit yang kutau sih yang terpenting justru bagaimana komitmen dan konsistensi kita dalam berislam….

    Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin..

    Semua ini bukan soal pahala yang berhasil kita akumulasikan selama hidup di dunia….

    Ridha Allah, itu kata kuncinya… Soal dapet surga ato bukan surga itu sih tergantung pada Allah…

    Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatan mardhiyyah. Fa-d-huli fi ‘ibadi, wa-d-huli jannati…

  7. bagus

  8. pAlestina menangis, semoga para syuhada disana menemukan jalan menuju surga mereka.// salam Salut

  9. Jalan menuju ke surga hanya melalui ajaran Tuhan Yesus Kristus. Nabi Isa tidak mati, ia mengalahkan maut. Ia telah bangkit ke surga untuk menyediakan tempat bagi umatNya. Yakni kita yang percaya kepadaNya. Ia telah ada sebelum bumi diciptakan. Dia amat mengasihi semua umat manusia. KasihNya tiada yang dapat melampaui.

  10. @rccs

    ada seseorang yang menganalogikan ajaran agama ini dengan versi os windows, walaupun tidak tepat seluruhnya.

    ada orang yang pake windows 3.1, windows 97, windows me, windows 2000, windows xp.

    kita tidak bisa memaksakan orang menggunakan harus windows xp, kaena kondisi dan kemampuan orang berbeda-beda.

    kita hanya menyarankan menggunakan windows xp lebih baik daripada versi-versi sebelumnya.

  11. jalan menuju surga ? bagus tuh untuk dibahas lagi

  12. Artikel ini bagus dapat mensuport kita untuk menemukan kekuatan yang ada pada diri kita masing-masing sehingga dari salah satu kelebihan tersebutklah diharapkan dapat memperoleh ridho Allah dan bila Allah sudah ridho apapun yang kita minta pasti Allah akan memberiNya, amin

  13. Kalo boleh. tolong kirim artikel yang buanyaaaaaaaaaak buat sayaa.

  14. subhanallah bagus akh….
    ana copy ya, dibaca ma temen-temen…..

  15. subhanallah bagus akh….
    ana copy ya, buat dibaca ma temen-temen jg. ^_^

  16. bagusss….bgetzz gambarnya

    pa di surga lebih indah dari situ ya…

  17. semoga allah memberkati kita amin


Beri tanggapan

Your response:

Kategori