Oleh: kaveleri | 17 Agustus 2011

Berpikir Strategis

Ternyata kita diajarkan untuk berpikir strategis oleh Nabi Muhammad SAW. Berpikir strategis itu sederhananya berpikir jauh ke depan. Ingatkah Saudara hadits Nabi SAW yang isinya bahwa orang yang cerdas itu orang yang bisa berpikir sampai life after death?

Kita tidak cukup berpikir (baca: planning) untuk masa kini saja. Kita tidak cukup berpikir untuk satu tahun ini saja. Kita tidak cukup berpikir hanya untuk 5 atau 10 tahun saja. Bahkan kita masih tidak cukup berpikir hanya sampai akhir hidup kita. Kita diajarkan untuk berpikir lebih jauh lagi, berpikir sampai ke alam akhirat.

Ketika kita berpikir dan merencanakan masa depan, terbentuklah visi. Bagaimana kita bisa meraih visi, itulah yang disebut misi. Visi dan misi kitalah yang akan menentukan sasaran dan tindakan yang akan kita lakukan.

Organisasi –yang biasanya mempunyai visi dan misi– bisa gagal atau berhasil dalam mencapai tujuannya. Rencana manusia tidak selamanya berhasil. Tetapi peluang untuk berhasil tentu lebih besar daripada yang tidak punya rencana alias tidak punya visi dan misi.

Begitu pun individu manusia. Dengan mempunyai visi dan misi yang jelas, peluang keberhasilan mencapai tujuan hidupnya akan lebih besar daripada peluang manusia tanpa visi.

Ketika seseorang mempunyai visi dan misi yang jelas dan berkomitmen untuk melaksanakannya, dia akan bisa membedakan kegiatan/pekerjaan yang strategis dari kegiatan/pekerjaan yang ada. Dia bisa memilih mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus dibuang. Dia tidak terjebak dalam rutinitas tanpa memandang keluar. Dia tidak melakukan kegiatan/pekerjaan yang tidak mempunyai nilai tambah (added value) pada pencapaian visi dan misinya. Dalam bahasa Al Qur’an hal ini menjadi salah satu karakteristik orang yang beriman, yaitu menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna (QS 23:3).

Tentu tidak mudah memformulasikan visi dan misi sampai mengeksekusinya. Diperlukan kesungguhan tekad dan kemauan berpikir agar kita bisa berpikir strategis. Dan hanya kepada Allah kita mohon kekuatan dan pertolongan. Wallahu a’lam.

Oleh: kaveleri | 12 Maret 2011

Filosofi Air

Air karena mempunyai masa akan ditarik oleh gaya gravitasi bumi sehingga ia mengalir ke tempat yang lebih rendah. Akan tetapi ketika molekul air mengecil, air bisa menuju ke tempat yang lebih tinggi. Itulah yang terjadi pada proses penguapan air. Setelah molekul air yang menguap tadi berkumpul menjadi awan, lama-kelamaan air menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan.

Ketika manusia merendahkan dirinya, derajatnya akan naik dan ketika manusia merasa dirinya besar, derajatnya akan jatuh.

Ada kehidupan di air yang mengalir, tetapi di air yang tergenang terdapat penyakit, bahkan ada yang tidak terdapat kehidupan di dalamnya seperti Laut Mati.

Oleh karena itu manusia harus terus bergerak karena berhenti berarti penyakit bahkan kematian.

Dari seorang pejabat yang rendah hati.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.